Friday, May 22, 2009

Okupasi Terapi pada Kanker

Kanker atau disebut juga neoplasma, merupakan pertumbuhan sel jaringan tubuh yang kehilangan kontrol normal. Penyebab secara pasti tidak diketahui, diduga berhubungan dengan; faktor genetik, gangguan kromosom, virus, faktor lingkungan (a. karsinogen; asbes, rokok, aspal/ tis dan b.radiasi), gangguan imunologik.

Gejala dapat berupa:
- Lokal, yaitu pembengkakan, obstruksi pembuluh darah dan organ, ulserasi, dan kehilangan darah.
- Sistemik, melibatkan banyak organ. Gejala yang sering nampak adalah penurunan berat badan, paraneoplastik (khas neoplasma)

Klasifikasi
- Berdasar cara pertumbuhan digolongkan menjadi 2, yaitu: benigna/ kanker jinak dan maligna /ganas.

- Berdasar tipe tumor, meliputi tipe sel dan hubungan antar sel tumor.

Diagnostik Tumor
Deskripsi diagnostik umum tumor berdasarkan: organ asal, diferensiasi histologik, perluasan lymfogen regional, dan metastase jarak jauh.

Medical Treatment
Pengobatan secara medis terdiri atas tindakan bedah, radioterapi, kemoterapi, dan imunoterapi.

Program Okupasi Terapi
Pada dasarnya pendekatan terapi atau manajemen pada kanker bersifat individualistik, sesuai dengan kebutuhan klien. Hal ini dipengaruhi oleh status klinis spesifik dan derajat ketidakmampuan dari masing-masing klien.

Beberapa cara yang bisa dilakukan oleh okupasi terapis adalah:

1. Membantu klien mempertahankan kapasitas fungsional, meliputi kekuatan fisik, mengorganisasi waktu istirahat dengan latihan.

2. Mempertahankan atau meningkatkan lingkup gerak sendi dengan aktivitas yang terseleksi.

3. Pemakaian jenis-jenis splint atau ortotik untuk mengkoreksi deformitas yang mungkin terjadi

4. Mempersiapkan dan melatih penggunaan alat-alat protese (jika amputasi)

5. Membantu klien untuk mengurangi rasa nyeri:
- Manajenen nyeri dengan teknik relaksasi
a. Progresive relaxation. Mencari titik atau lokasi tubuh yang terkena kemudian group otot pada lokasi tubuh yang terkena tersebut dikontraksikan sambil menarik nafas panjang kemudian direlaksasikan sambil menghembuskan nafas. Hal ini dilakukan berulang-ulang dalam posisi berbaring, semilaying, duduk atau berdiri sesuai dengan keadaan klien.
b. Imagery/ imaging. Memberikan visualisasi pada satu tempat yang penuh kedamaian atau fantastis, misalnya pantai yang tenang, mendengarkan suara burung di pagi hari. Teknik ini memerlukan aktivitas visualisasi atau tempat khusus.
c. Breathing technique. Teknik pernafasan terbagi menjadi deep breathing dan fistt tightening.

6. Pendekatan terapi perilaku (behavioral therapy) sangat dibutuhkan untuk klien.

No comments:

Post a Comment