Showing posts with label Sex and Relationship. Show all posts
Showing posts with label Sex and Relationship. Show all posts

Sunday, July 12, 2009

Gaya Pacaran Remaja Masa Kini

Ketika Anda ditanya, 'sudah punya pacar?'. Dengan bangga Anda menjawab, 'sudah'. Namu bagaimana bila jawaban Anda 'belum', apa yang Anda rasakan? Rasa malu biasanya akan menghantui. Benarkah fenomena pacaran adalah suatu kebutuhan?

Jomblo-wan dan jomblo-wati acap kali di buat mati kutu oleh citra yang ditampilkan media. Tengoklah kisah-kisah di televisi, majalah, novel, bahkan syair lagu, hampir semua bercerita tentang kisah kasih orang pacaran.

Sejurus dengan itu, media massa kian membangun budaya masa dalam masyarakat. Jean Baudrillard, strukturalis asal Perancis mengungkapkan dalam bukunya Ecstacy of Communication (1987), bahwa berkat makna, informasi dan transparasi, masyarakat telah melewati ambang batas menuju 'ecstacy permanent'; the ecstacy of social (the masses), the body (obesity), sex (obcenity), violence (terror), and information (simulation).

Pacaran telah menjadi komoditas kehidupan industrialis. Seperti dikatakan oleh Ardian A. Waskito, mahasiswa Psikologi UNDIP Semarang, yang dimuat dalam Majalah Psikologi Volume II, No 11, 'Cinta tidak lagi dipandang sebagai buah kematangan jiwa seseorang, tapi cinta hanyalah nama lain dari nafsu yang menggelora. Sehingga gaya pacaran semakin melenceng dari norma. Menjomblo bukan berarti kehampaan rasa cinta dalam diri, namun justru kemenangan pencarian makna cinta dalam diri sendiri'.

Menurut Erich Fromn, dalam bukunya The Art of Loving, ada empat ciri cinta, yaitu tahu, tanggung jawab, peduli dan respek. Cinta itu kekuatan, kemandirian, integritas diri yang dapat berdiri sendiri dan menanggung kesunyian. Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang dapat mengaktualisasikan potensi yang dimiliki oleh yang kita cintai (Frankl).

Namun cinta dan gaya pacaran jaman sekarang telah melenceng dari makna cinta itu sendiri. Cinta diantara dua insan manusia seringkali justru bersifat destruktif atau merusak. Maka tak heran jika banyak ditemukan wanita-wanita muda hamil diluar nikah, atau istilah kerennya hilang keperawanan dan keperjakaannya.

Mengapa perilaku pacaran menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat? Sebuah pertanyaan yang setiap orang punya jawaban masing-masing tentunya. Masa remaja memang memiliki tugas perkembangan untuk berafiliasi dengan lawan jenis. Namun pergeseran budaya masa telah mempengaruhi tugas itu, sehingga yang terjadi adalah masa remaja diartikan menjadi kebutuhan mencari pacar. Pacaran tidak lagi dianggap sebagai jembatan menuju jenjang pernikahan tetapi sebagai ajang rekreasi anak muda. Derasnya gejolak remaja telah menggusur moralitas dan menyebabkan pacaran menjadi gaya hidup yang penuh kebebasan dan keintiman.

Renungkan ungkapan Erich Fromm berikut ini, ' Cinta membutuhkan kesenangan dalam ketenangan, sebuah kemampuan untuk menikmati proses menjadi dan bukan bertindak, memiliki atau memanfaatkan '. Jangan lakukan apa yang tidak patut dilakukan dan jangan inginkan apa yang tidak patut diinginkan.

Tuesday, May 26, 2009

Seks Anak Kuliah

,Download video bokep, foto artis telanjang, nude pictures, agnes monica bugil, sarah azhari, gambar toket, foto telanjang, apa lagi ya? Pokoknya masih banyak lagi keyword yang diketikkan dalam search engine, semisal google.

Berbicara tentang seks tentu sangat mengasikkan bagi sebagian orang. Ada yang tidak setuju? Bohong kalau anda menyangkal, meskipun kita semua tahu berbicara tentang seks adalah suatu hal yang tabu di Indonesia.


Di balik sakralnya mengucapkan kata seks, sebenarnya ada hal positif yang perlu kita telaah lebih lanjut. Bukan berarti harus pergi ke warnet untuk download gratis video bokep, koleksi video porno di hanphone. Sampai-sampai situs porno diblokir oleh pemerintah. Mungkin saking banyaknya manusia yang mengakses dan dipandang lebih banyak efek negatif yang bakal ditimbulkan. Yaiyalah...kalau seks hanya dipandang dari sisi kepuasan birahi saja.

Ada hal lain yang lebih bermanfaat dalam mempelajari seks dari pada melakukan hal-hal di atas. Apa saja sih manfaatnya dan mengapa belajar seksualitas?

Ini dia tujuan mempelajari seksualitas:
1. Mengembangkan sikap positif terhadap konsep seksualitas. Mempelajari seks dapat meningkatkan self esteem tentang seksualitas sehingga menimbulkan keyakinan akan kemampuan dirinya dalam berperilaku seks yang benar.
2. Mengklarifikasi nilai/value etika seksualitas. Sampai saat ini belum ada keseragaman sejauh mana hubungan seksual dianggap sopan/pantas. Di Indonesia etika seksualitas tentunya berbeda dengan negara barat. Jadi di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Maksudnya kita terapkan norma, etika, atau nilai seksual sesuai dengan yang ada di Indonesia. Jangan budaya barat yang ditiru dan dipraktekkan.
Nilai seksual bisa dipengaruhi oleh agama, norma masyarakat, latar belakang keluarga, teman, media, dan perubahan jaman.
3. Meningkatkan komunikasi. Mayoritas orang merasa malu apabila membicarakan topik seks (poor sexual communication). Mengapa demikian, karena berbicara seks dianggap tabu, selain itu para orang tua merasa tidak nyaman bila harus memberikan pendidikan seks kepada anaknya.
Padahal mengetahui dan nyaman dalam menggunakan terminologi seks dapat menurunkan kecemasan.
5. Mengoptimalkan kenikmatan seksual. Pengetahuan seks adalah sumber penting untuk meningkatkan kenikmatan seksual, dapat membantu mengatasi masalah seksual, membantu memahami respon dan kebutuhan seksual kita dan partner, menurunkan kecemasan, dan meningkatkan aktivitas seksual menjadi lebih variatif.
6. Mengetahui faktor-faktor perusak hubungan seksual. Yang termasuk perusak hubungan seksual antara lain :
a. Exploitasi seks
- Mencari keuntungan demi kepuasan seks
- Deception. Ajakan dengan janji palsu
- Incest. Hubungan seksual dengan keluarga atau ada hubungan darah.
- Sexual Harrasment atau pelecehan seksual.
b. Excessive Dependency. Hubungan dekat yang berlebihan
c. Jealousy. Kecemburuan merupakan refleksi dari penurunan kepercayaan diri.
7. Perencanaan Keluarga.
8. Menghindari penyakit kelamin menular, seperti : AIDS, herpes, sexual transmition disease, and so on.
9. Mengetahui dan mengatasi masalah respon seksual.
10. Evaluasi penelitian tentang seksualitas. Penting untuk perkembangan pengetahuan tentang seks.

Tambahan dari Aku
- Menanamkan konsep ' No Sex Until Married'.

Source : materi jaman kuliah dulu ' OT pada Seksualitas'