Showing posts with label Cerita Dewasa. Show all posts
Showing posts with label Cerita Dewasa. Show all posts

Saturday, December 24, 2011

Cerita Panas Hot Mertuaku Sayang

Melanjutkan cerita panas yang sudah ada di halaman sebelumnya kali ini cerita panas nya berjudul mertuaku sayang buat kamu penikmat cerita dewasa dan cerita panas silahkan membaca dan menikmati nya :


Lazimnya tradisi tahunan untuk pulang mudik lebaran, aku bersama istri dan anak-anakku pun pada hari lebaran kemarin ikut mudik ke rumah mertuaku di kota P, Jawa Barat.

"Aduh senangnya Oma dan Opa kalau kalian datang..", kata mama mertuaku sambil memeluk dan mencium kedua anak-anakku.
"Apa kabar, Pa?", kataku sambil menyalami Papa mertua.
"Baik, Roy..", jawab Papa mertuaku sambil tersenyum.
"Apa kabar, Ma?", kataku sambil menyalami mama mertua.
"Mama baik, Roy..", jawab mama mertuaku sambil memeluk dan cium pipiku kiri kanan.
"Mama kangen..", bisik mama mertuaku ketika mencium pipiku.

Aku hanya tersenyum. Seperti ceritaku sebelumnya ("Aku dan Mertua"), aku sudah lama menjalin hubungan cinta kasih dengan ibu mertuaku.

Begitulah, kami semua berkumpul dan melewati hari lebaran di kota P selama 3 hari, dan sesuai dengan rencanaku sebelumnya, aku sekeluarga akan segera pergi menuju kota lain untuk bersilaturahmi dengan saudara-saudara yang lain esok harinya.

"Kalian akan pulang kapan?", tanya Papa mertua kepada istriku.
"Rencananya besok pagi kami akan segera ke Bandung, Pa..", kata istriku.

Terlihat wajah mama mertuaku berubah sambil mencuri pandang ke arahku.

"Kalian akan ke sini lagi tidak?", tanya mama mertua.
"Sepertinya tidak, Ma..", jawab istriku.
"Kami dari Bandung nanti akan langsung pulang ke Jakarta..", lanjut istriku.
"Ya kalau begitu, kalian nanti malam harus istirahat agar kuat untuk jalan besok", kata mama mertuaku.
"Ya, Ma..", kataku sambil bangkit berdiri.
"Mau kemana, Pa?", tanya istriku.
"Aku mau periksa kondisi mobil dulu, Ma..", jawabku sambil pergi meninggalkan mereka di ruang keluarga.

Ketika aku sedang memeriksa kondisi mobil, mama mertuaku datang menghampiri.

"Roy..", tanya mama mertua.
"Ya ada apa, Ma?", kataku.
"Mama kangen kamu. Apakah kamu tidak?", tanya mama mertua. Selintas kulihat istri dan anak-anakku masih mengobrol dengan Papa mertua beserta beberapa saudara.
"Saya juga kangen dengan Mama..", kataku sambil menatap matanya.

Mama mertuaku tersenyum manis. Walau umurnya sudah kepala empat, tapi kecantikan dan kemolekan tubuh mertuaku itu masih tampak jelas di mataku.

"Nanti sore atau malam, bisa tidak kalau kita jalan sebentar, Roy?", tanya mama mertuaku penuh harap.
"Mm.. Kita coba nanti, Ma..", kataku sambil tersenyum. Kami lalu saling melempar senyum penuh arti. Kemudian mama mertuaku pergi dan masuk ke dalam rumah.

Sore harinya..

"Pa, Mama ada perlu ke supermarket dulu..", kata mama mertuaku kepada suaminya.
"Emannya mau beli apa?", tanya Papa mertua.
"Mama mau belikan sesuatu untuk anak-anak si Roy untuk di jalan besok pagi, sekalian Mama mau beli keperluan Mama..", kata mama mertua.
"Mama mau pinjam dulu si Roy ya, Sayang..?", kata mama mertua kepada istriku.
"Ya, Ma..", kata istriku.
"Mana anak-anak?", tanyaku pada istriku.
"Udah pada tidur sore..", kata istriku.
"Ya sudah, aku pergi ngantar Mama dulu ya, Sayang..", kataku sambil mencium kening istriku. Istriku mengangguk. Kemudian aku dan mama mertua langsung pergi.
"Senang sekali Mama bisa berduaan dengan kamu, Roy", kata mama mertua sambil mengusap pahaku.

Aku hanya tersenyum sambil melirik ke mertuaku yang tangannya mulai nakal naik dan masuk ke dalam celana Hawaii-ku, lalu jarinya mulai mengelus selangkanganku.

"Sudah beberapa bulan Mama tidak merasakan..", kata mama mertua sambil mengusap-ngusap dan meremas kontolku yang sudah mulai bangkit dari luar celana dalamku.
"Kita kemana, Ma?", tanyaku sambil merasakan desiran kenikmatan ketika tangan mertuaku meremas dan mengocok kontolku pelan.
"Ke tempat biasa saja, Roy..", kata mertuaku.
"Iya, Ma.. Tapi tangan Mama udah dulu dong, ah.. Nanti saya tidak bisa jalan..", kataku sambil tersenyum.
"Hi.. Hi.. Iya deh..", kata mama mertuaku nakal sambil tertawa.

Tak lama kemudian kumasukkan mobil ke pelataran hotel kelas melati di kota P tersebut. Setelah check-in, segera aku dan mama mertua masuk ke kamar yang telah ditentukan.

"Mama sangat kangen, Roy..", kata mama mertua sambil memelukku erat setelah di dalam kamar.
"Saya juga kangen sama Mama..", kataku sambil mengecup bibirnya.
"Mm.. Mmhh..", gumam mama mertua sambil belas melumat bibirku sementara tangannya langsung masuk ke dalam celana Hawaii-ku, lalu masuk lagi ke celana dalam.
"Ohh.. Enak, Ma..", bisikku ke telinganya sambil meremas buah dadanya yang besar.
"Mama selalu pengen dekat dengan kamu, Roy..", bisik mama mertua sambil menurunkan celana Hawaii-ku dan memerosotkannya hingga lepas.

Akupun segera melepas kaos yang kupakai dan celana dalam yang sudah menggembung. Sementara mama mertua juga sama melepas semua pakaiannya hingga telanjang bulat.

"Sudah berapa lamu saya tidak bersama Mama?", tanyaku sambil memeluk tubuh telanjang mama mertuaku. Kontolku yang sudah tegang dan tegak menyentuh-nyentuh bulu memek dan perut mertuaku.
"Sudah tiga bulan kamu tidak kunjungi Mama, Roy..", kata mama mertua sambil memegang dan mengocok kontolku.
"Mama rasanya hampir gila tidak bisa bersama kamu selama itu", katanya lalu melumat bibirku.

Lama kami berciuman sambil saling usap, saling raba, saling remas tubuh masing-masing.

"Ohh.. Mmhh..", desah mama mertua ketika tanganku mengusap belahan memeknya lalu jariku masuk ke lubang memeknya yang sudah sangat basah.
"Royy.. Oohh..", desah mama mertua makin keras ketika aku menurunkan kepala ke dadanya lalu kujilati puting susunya bergantian sembari tangan dan jariku masih tetap memainkan memeknya.
"Royy.. Mama sudah tidak kuat lagiihh..", bisik mama mertuaku sambil menggerakan pinggulnya seiring tusukan jariku ke memeknya.
"Setubuhi Mama sekarang..", pintanya lirih sambil melepaskan diri dari pelukanku lalu dia berbaring di ranjang.

Aku tersenyum, lalu aku pun segera naik ke atas ranjang dan kunaiki tubuh telanjang mama mertuaku.

"Ayo lekas lakukan, Roy..", katanya sambil meraih kontolku lalu diarahkan ke lubang memeknya.
"Mama nggak sabar amat sih..", kataku sambil tersenyum lalu kukecup bibirnya, kemudian kutekan kontolku perlahan sampai akhirnya kontolku masuk semua ke dalam memek mertuaku.
"Ohh.. Shh.. Enakk, Royy..", desah mertuaku sambil menggoyang pinggulnya.
"Mama tidak sabar karena sudah lama tidak mendapatkan kenikmatan dari kamu, sayang..", bisik mama mertuaku.
"Makanya ketika Mama mendapat kabar kalau kamu akan datang berkunjung, hati Mama sangat senang.. Ohh..", lanjut mertuaku.
"Apalagi ketika melihat kamu datang, gairah Mama langsung muncul.. Hanya saja Mama tahan terus..", katanya sambil melumat bibirku.
"Saya juga waktu melihat Mama menyambut, langsung pengen..", kataku sambil terus memompa kontol di memeknya.
"Ohh.. Nikmat sekali, Royy..", desah kenikmatan keluar dari mulutnya.
"Setubuhi mama lebih cepat, sayang..", pintanya sambil mencengkram tubuhku erat.

Aku mengerti kalau mama mertuaku hampir mencapai orgasmenya, maka aku segera mempercepat pompaan kontolku.

"Ohh.. Ohh.. Mama mau keluarr.. Ohh..", lenguhan panjang terdengar dari mulut mertuaku sambil memejamkan matanya. Serr! Serr! Lendir birahi mama mertua menyembur disertai dekapan yang sangat erat di tubuhku.
"Rooyy.. Nikmat sekalii..", desah mama mertua sambil badannya terkulai lemas.

Aku tersenyum melihat mama mertua memejamkan matanya karena menikmati kenikmatan yang tiada tara.

"Ma, balikkan badannya dong..", pintaku sambil mencabut kontolku dari memeknya.
"Apa, Roy? Nungging?", tanya mama mertua.
"Bukan, Ma.. Mama tengkurap saja", kataku.

Mama mertuaku menuruti apa permintaanku. Dia tengkurap sambil membuka kakinya agak lebar sehingga memeknya tampak merekah merangsang. Lalu kuarahkan kontolku ke lubang memeknya kemudian kutekan hingga masuk semua.

"Mmhh.. Enak sekali, Ma..", kataku sambil mengeluarmasukkan kontolku di memeknya.
"Ohh.. Roy.. Enak sekali..", kata mama mertuaku sambil menggoyangkan pantatnya.

Aku terus mengeluarmasukkan kontolku sambil meremas-remas bongkahan pantat mama mertua yang besar dan bulat. Sesekali kusentuh lubang pantatnya dengan jariku.

"Roy, kamu ngapain?", tanya mama mertua ketika aku mencoba memasukkan sedikit ujung jariku ke lubang pantatnya.
"Nggak apa-apa, Ma.. Tapi enak kan, Ma?", tanyaku sambil tetap memompa kontolku di memeknya.
"Iya sih enak.. Tapi jijik kan, Roy..", kata mama mertua sambil memejamkan mata ketika kumasukkan jariku sedikit lebih dalam lagi ke lubang pantatnya.

Tak lama kurasakan sesuatu yang ingin menyembur dari kontolku. Kupercepat gerakan kontolku sambil menikmati perasaan nyaman yang mulai meningkat di kontolku.

"Saya mau keluar, Ma..", kataku serak.
"Keluarkan di memek Mama saja Roy.. Biar enak..", kata mama mertua.

Croott! Crott! Croott! Air maniku menyembur banyak di dalam memek mama mertuaku. Kutekan kontolku dalam-dalam ke memeknya. Terasa kontolku berdenyut-denyut nikmat. Kudekap mama mertua dari belakang tanpa melepas kontolku dari lubang memeknya.

"Nikmat sekali, Ma.. Memek mama masih nikmat..", pujiku.
"Makanya, sering-seringlah kamu kunjungi Mama agar Mama bisa berikan semua kasih sayang dan kenikmatan buat kamu..", bisik mama mertuaku.

Setelah beres-beres, aku dan mama mertua segera keluar dari hotel tersebut lalu menuju supermarket untuk berbelanja keperluan yang dibutuhkan. Kulihat wajah mama mertuaku sangat cerah dan ceria. Sangat jauh berbeda daripada saat sebelum kami bersetubuh lebih dari 1 jam yang lalu tadi.

Selesai berbelanja, kami lalu segera pulang. Di rumah, mama mertua dan aku berlaku seperti tidak ada apa-apa yang telah terjadi di antara kami sehingga tidak ada yang curiga.

Keesokan paginya aku sekeluarga segera pergi menuju Bandung untuk mengunjungi sanak saudara lainnya.

Cerita Panas Hot Mertuaku Sayang

Melanjutkan cerita panas yang sudah ada di halaman sebelumnya kali ini cerita panas nya berjudul mertuaku sayang buat kamu penikmat cerita dewasa dan cerita panas silahkan membaca dan menikmati nya :


Lazimnya tradisi tahunan untuk pulang mudik lebaran, aku bersama istri dan anak-anakku pun pada hari lebaran kemarin ikut mudik ke rumah mertuaku di kota P, Jawa Barat.

"Aduh senangnya Oma dan Opa kalau kalian datang..", kata mama mertuaku sambil memeluk dan mencium kedua anak-anakku.
"Apa kabar, Pa?", kataku sambil menyalami Papa mertua.
"Baik, Roy..", jawab Papa mertuaku sambil tersenyum.
"Apa kabar, Ma?", kataku sambil menyalami mama mertua.
"Mama baik, Roy..", jawab mama mertuaku sambil memeluk dan cium pipiku kiri kanan.
"Mama kangen..", bisik mama mertuaku ketika mencium pipiku.

Aku hanya tersenyum. Seperti ceritaku sebelumnya ("Aku dan Mertua"), aku sudah lama menjalin hubungan cinta kasih dengan ibu mertuaku.

Begitulah, kami semua berkumpul dan melewati hari lebaran di kota P selama 3 hari, dan sesuai dengan rencanaku sebelumnya, aku sekeluarga akan segera pergi menuju kota lain untuk bersilaturahmi dengan saudara-saudara yang lain esok harinya.

"Kalian akan pulang kapan?", tanya Papa mertua kepada istriku.
"Rencananya besok pagi kami akan segera ke Bandung, Pa..", kata istriku.

Terlihat wajah mama mertuaku berubah sambil mencuri pandang ke arahku.

"Kalian akan ke sini lagi tidak?", tanya mama mertua.
"Sepertinya tidak, Ma..", jawab istriku.
"Kami dari Bandung nanti akan langsung pulang ke Jakarta..", lanjut istriku.
"Ya kalau begitu, kalian nanti malam harus istirahat agar kuat untuk jalan besok", kata mama mertuaku.
"Ya, Ma..", kataku sambil bangkit berdiri.
"Mau kemana, Pa?", tanya istriku.
"Aku mau periksa kondisi mobil dulu, Ma..", jawabku sambil pergi meninggalkan mereka di ruang keluarga.

Ketika aku sedang memeriksa kondisi mobil, mama mertuaku datang menghampiri.

"Roy..", tanya mama mertua.
"Ya ada apa, Ma?", kataku.
"Mama kangen kamu. Apakah kamu tidak?", tanya mama mertua. Selintas kulihat istri dan anak-anakku masih mengobrol dengan Papa mertua beserta beberapa saudara.
"Saya juga kangen dengan Mama..", kataku sambil menatap matanya.

Mama mertuaku tersenyum manis. Walau umurnya sudah kepala empat, tapi kecantikan dan kemolekan tubuh mertuaku itu masih tampak jelas di mataku.

"Nanti sore atau malam, bisa tidak kalau kita jalan sebentar, Roy?", tanya mama mertuaku penuh harap.
"Mm.. Kita coba nanti, Ma..", kataku sambil tersenyum. Kami lalu saling melempar senyum penuh arti. Kemudian mama mertuaku pergi dan masuk ke dalam rumah.

Sore harinya..

"Pa, Mama ada perlu ke supermarket dulu..", kata mama mertuaku kepada suaminya.
"Emannya mau beli apa?", tanya Papa mertua.
"Mama mau belikan sesuatu untuk anak-anak si Roy untuk di jalan besok pagi, sekalian Mama mau beli keperluan Mama..", kata mama mertua.
"Mama mau pinjam dulu si Roy ya, Sayang..?", kata mama mertua kepada istriku.
"Ya, Ma..", kata istriku.
"Mana anak-anak?", tanyaku pada istriku.
"Udah pada tidur sore..", kata istriku.
"Ya sudah, aku pergi ngantar Mama dulu ya, Sayang..", kataku sambil mencium kening istriku. Istriku mengangguk. Kemudian aku dan mama mertua langsung pergi.
"Senang sekali Mama bisa berduaan dengan kamu, Roy", kata mama mertua sambil mengusap pahaku.

Aku hanya tersenyum sambil melirik ke mertuaku yang tangannya mulai nakal naik dan masuk ke dalam celana Hawaii-ku, lalu jarinya mulai mengelus selangkanganku.

"Sudah beberapa bulan Mama tidak merasakan..", kata mama mertua sambil mengusap-ngusap dan meremas kontolku yang sudah mulai bangkit dari luar celana dalamku.
"Kita kemana, Ma?", tanyaku sambil merasakan desiran kenikmatan ketika tangan mertuaku meremas dan mengocok kontolku pelan.
"Ke tempat biasa saja, Roy..", kata mertuaku.
"Iya, Ma.. Tapi tangan Mama udah dulu dong, ah.. Nanti saya tidak bisa jalan..", kataku sambil tersenyum.
"Hi.. Hi.. Iya deh..", kata mama mertuaku nakal sambil tertawa.

Tak lama kemudian kumasukkan mobil ke pelataran hotel kelas melati di kota P tersebut. Setelah check-in, segera aku dan mama mertua masuk ke kamar yang telah ditentukan.

"Mama sangat kangen, Roy..", kata mama mertua sambil memelukku erat setelah di dalam kamar.
"Saya juga kangen sama Mama..", kataku sambil mengecup bibirnya.
"Mm.. Mmhh..", gumam mama mertua sambil belas melumat bibirku sementara tangannya langsung masuk ke dalam celana Hawaii-ku, lalu masuk lagi ke celana dalam.
"Ohh.. Enak, Ma..", bisikku ke telinganya sambil meremas buah dadanya yang besar.
"Mama selalu pengen dekat dengan kamu, Roy..", bisik mama mertua sambil menurunkan celana Hawaii-ku dan memerosotkannya hingga lepas.

Akupun segera melepas kaos yang kupakai dan celana dalam yang sudah menggembung. Sementara mama mertua juga sama melepas semua pakaiannya hingga telanjang bulat.

"Sudah berapa lamu saya tidak bersama Mama?", tanyaku sambil memeluk tubuh telanjang mama mertuaku. Kontolku yang sudah tegang dan tegak menyentuh-nyentuh bulu memek dan perut mertuaku.
"Sudah tiga bulan kamu tidak kunjungi Mama, Roy..", kata mama mertua sambil memegang dan mengocok kontolku.
"Mama rasanya hampir gila tidak bisa bersama kamu selama itu", katanya lalu melumat bibirku.

Lama kami berciuman sambil saling usap, saling raba, saling remas tubuh masing-masing.

"Ohh.. Mmhh..", desah mama mertua ketika tanganku mengusap belahan memeknya lalu jariku masuk ke lubang memeknya yang sudah sangat basah.
"Royy.. Oohh..", desah mama mertua makin keras ketika aku menurunkan kepala ke dadanya lalu kujilati puting susunya bergantian sembari tangan dan jariku masih tetap memainkan memeknya.
"Royy.. Mama sudah tidak kuat lagiihh..", bisik mama mertuaku sambil menggerakan pinggulnya seiring tusukan jariku ke memeknya.
"Setubuhi Mama sekarang..", pintanya lirih sambil melepaskan diri dari pelukanku lalu dia berbaring di ranjang.

Aku tersenyum, lalu aku pun segera naik ke atas ranjang dan kunaiki tubuh telanjang mama mertuaku.

"Ayo lekas lakukan, Roy..", katanya sambil meraih kontolku lalu diarahkan ke lubang memeknya.
"Mama nggak sabar amat sih..", kataku sambil tersenyum lalu kukecup bibirnya, kemudian kutekan kontolku perlahan sampai akhirnya kontolku masuk semua ke dalam memek mertuaku.
"Ohh.. Shh.. Enakk, Royy..", desah mertuaku sambil menggoyang pinggulnya.
"Mama tidak sabar karena sudah lama tidak mendapatkan kenikmatan dari kamu, sayang..", bisik mama mertuaku.
"Makanya ketika Mama mendapat kabar kalau kamu akan datang berkunjung, hati Mama sangat senang.. Ohh..", lanjut mertuaku.
"Apalagi ketika melihat kamu datang, gairah Mama langsung muncul.. Hanya saja Mama tahan terus..", katanya sambil melumat bibirku.
"Saya juga waktu melihat Mama menyambut, langsung pengen..", kataku sambil terus memompa kontol di memeknya.
"Ohh.. Nikmat sekali, Royy..", desah kenikmatan keluar dari mulutnya.
"Setubuhi mama lebih cepat, sayang..", pintanya sambil mencengkram tubuhku erat.

Aku mengerti kalau mama mertuaku hampir mencapai orgasmenya, maka aku segera mempercepat pompaan kontolku.

"Ohh.. Ohh.. Mama mau keluarr.. Ohh..", lenguhan panjang terdengar dari mulut mertuaku sambil memejamkan matanya. Serr! Serr! Lendir birahi mama mertua menyembur disertai dekapan yang sangat erat di tubuhku.
"Rooyy.. Nikmat sekalii..", desah mama mertua sambil badannya terkulai lemas.

Aku tersenyum melihat mama mertua memejamkan matanya karena menikmati kenikmatan yang tiada tara.

"Ma, balikkan badannya dong..", pintaku sambil mencabut kontolku dari memeknya.
"Apa, Roy? Nungging?", tanya mama mertua.
"Bukan, Ma.. Mama tengkurap saja", kataku.

Mama mertuaku menuruti apa permintaanku. Dia tengkurap sambil membuka kakinya agak lebar sehingga memeknya tampak merekah merangsang. Lalu kuarahkan kontolku ke lubang memeknya kemudian kutekan hingga masuk semua.

"Mmhh.. Enak sekali, Ma..", kataku sambil mengeluarmasukkan kontolku di memeknya.
"Ohh.. Roy.. Enak sekali..", kata mama mertuaku sambil menggoyangkan pantatnya.

Aku terus mengeluarmasukkan kontolku sambil meremas-remas bongkahan pantat mama mertua yang besar dan bulat. Sesekali kusentuh lubang pantatnya dengan jariku.

"Roy, kamu ngapain?", tanya mama mertua ketika aku mencoba memasukkan sedikit ujung jariku ke lubang pantatnya.
"Nggak apa-apa, Ma.. Tapi enak kan, Ma?", tanyaku sambil tetap memompa kontolku di memeknya.
"Iya sih enak.. Tapi jijik kan, Roy..", kata mama mertua sambil memejamkan mata ketika kumasukkan jariku sedikit lebih dalam lagi ke lubang pantatnya.

Tak lama kurasakan sesuatu yang ingin menyembur dari kontolku. Kupercepat gerakan kontolku sambil menikmati perasaan nyaman yang mulai meningkat di kontolku.

"Saya mau keluar, Ma..", kataku serak.
"Keluarkan di memek Mama saja Roy.. Biar enak..", kata mama mertua.

Croott! Crott! Croott! Air maniku menyembur banyak di dalam memek mama mertuaku. Kutekan kontolku dalam-dalam ke memeknya. Terasa kontolku berdenyut-denyut nikmat. Kudekap mama mertua dari belakang tanpa melepas kontolku dari lubang memeknya.

"Nikmat sekali, Ma.. Memek mama masih nikmat..", pujiku.
"Makanya, sering-seringlah kamu kunjungi Mama agar Mama bisa berikan semua kasih sayang dan kenikmatan buat kamu..", bisik mama mertuaku.

Setelah beres-beres, aku dan mama mertua segera keluar dari hotel tersebut lalu menuju supermarket untuk berbelanja keperluan yang dibutuhkan. Kulihat wajah mama mertuaku sangat cerah dan ceria. Sangat jauh berbeda daripada saat sebelum kami bersetubuh lebih dari 1 jam yang lalu tadi.

Selesai berbelanja, kami lalu segera pulang. Di rumah, mama mertua dan aku berlaku seperti tidak ada apa-apa yang telah terjadi di antara kami sehingga tidak ada yang curiga.

Keesokan paginya aku sekeluarga segera pergi menuju Bandung untuk mengunjungi sanak saudara lainnya.

Sunday, December 18, 2011

Cerita Dewasa Bercinta Di Rumah Tante Yuni

Cerita Dewasa adalah cerita yang di khususkan buat kamu pengunjung setia berita terbaru yang sudah dewasa jadi yang belum dewasa aku ga bertanggung jawab ya, koleksi cerita dewasa sebelumnya cerita dewasa, cerita dewasa sedarah dan cerita sex.

Kali ini judulnya Cerita Dewasa Bercinta Di Rumah Tante Yuni

Kisah percintaanku dengan wanita setengah baya sangat mendebarkan. Setidaknya itu menurutku.Karena untuk bisa tidur dengan mereka, aku harus melakukan berbagai rayuan halus.Berikut adalah kisahku dengan Ella, seorang janda dengan satu orang anak.
Ella, 35th, adalah seorang wanita sederhana. Wajahnya keibuan dengan kulit
kuning langsat.Entah kenapa aku punya hasrat tinggi padanya. Padahal kami selama ini hanya berteman biasa. Itu berawal ketika kami sedang berkumpul di sebuah villa. Kami kebagian satu kamar bersama.

“Kamu cantik sayang,”pujiku pelan ke telinganya.
Sementara si kecil tertidur di ranjang kecil di samping kami.
Ella menyandarkan kepalanya di bahuku. Kuusap kepalanya yang terbalut jilbab biru itu.Tubuh ramping padat itu kupeluk erat. Ella menoleh ke arahku.Tapi bibirnya masih kelu. Ia membiarkan aku mengendalikan suasana yang romantis.

Pelan-pelan kami berpagutan lembut. Ella memejamkan mata, memainkan bibirku yang basah.
Tanganku meremas-remas payudaranya yang masih tertutup jilbab itu.
Ella terperanjat, tapi mengerti keinginanku. Kemudian, dilepasnya penutup kepala dan jilbabnya.
Sepasang buah dada dibalut bh warna putih terpampang indah di depan mataku.
Ella memajukan dadanya ke arah wajahku dan membenamkan wajahku.
Oh, aroma payudara yang segar menerpa hidung dan bibirku. Kujilati seluruh bh dan sebagian gumpalan daging kenyal itu.

Ella mendesis, menikmati perlakukanku.
Harus kuakui ukuran payudara janda manis ini besar, 36C. Tentu saja aku semakin tergoda untuk menjilati putingnya.
Ella melepas bh itu dan terjatuh di atas lantai.
“Kamu suka kan?”tanyanya menggoda.
“Ya, aku suka yang besar seperti ini,”sahutku.

Puting coklat muda itu lantas kusergap dengan bibirku. Kujilati dengan leluasa, penuh perasaan. Ella mencoba menahan gejolak akibat perlakukanku. Desahan nafasnya semakin memburu.
Tanganku yang kanan meremas-remas buah dadanya yang satu lagi.ouhhhgg…luar biasa kenyal dan padat.
Aku membiarkan Ella melepas restleting jinsku. PEnisku yang keras di dalam cd menanti sentuhan lembut jemarinya.
“Boleh kan sayang?”tanyanya menggoda.

Aku senyum dan sejurus kemudian, aku mabuk dibuatnya.
Betapa tidak Ella, menggenggam penisku yang besar dengan tangan kanannya. Dengan lembut dielus-elusnya, terutama di bagian kepala penisku yang memerah.
Si kecil terbangun dan memandangi aksi ibunya. Tapi Ella hanya menatap buah hatinya itu sekilas, karena ia kemudian telah menjilati bagian-bagian penisku yang keras.
Air liur Ella telah membasahi penisku. Tiap kali ia menghisap ujung penisku, aku dirasuk rasa nikmat amat sangat.

Si kecil mendekati ibunya. Sekali ini Ella berhenti dan mengusap-urap rambutnya si kecil.
Kesempatan ini tak kusia-siakan,kuremas-remas sepasang payudaranya yang besar dan indah itu dari arah belakang. Setelah itu, kujilati pinggulnya yang masih dibungkus celana dalam mini berwarna putih berenda itu.
Si kecil duduk di lantai masih tetap memandangi aksi-aksi kami. Mungkin ia bingung melihat perbuatan kami.
Dalam posisi menungging, pantat Ella kujilati dan kuremas dengan gemas. PAntat yang besar, bulat dan menggoda.

Ella masih menungging dan meminta aku untuk memulai permainan.
Ujung penisku kuarahkan tepat ke vaginanya yang tersempil di belahan pahanya. Dari posisi ini, aku harus membuatnya nyaman.Kudorong pelan dan itu cukup membuat Ella menggeliat mesra.Pelan-pelan irama kutingkatkan hingga ranjang kami berguncang.Bahkan sepasang buah dada Ella terayun-ayun dengan lembut.PAntat Ella mengeluarkan bunyi-bunyian khas akibat beradunya tubuh kami.

Luar biasa Ella, ia sangat menikmati permainan ini. Ia kemudian tidur dalam posisi miring. Ini salah satu gaya favoritku juga. Sepertinya ia memamerkan bentuk pinggulnya yang luar biasa indah itu ke hadapanku.
Lewat pantulan cermin besar di tepi ranjang kamu saling tersenyum. Ella meraih batang penisku dan memasukkan ke dalam vagina miliknya. Kugoyang dengan lembut.Sementara sepasang payudaranya kuraih dengan satu tangan dan kuremas-remas gemas.
“ohhh….”Ella merintih nikmat.

Aku terus memompa vaginanya dengan sekeras-kerasnya.Rintihan Ella semakin keras dan liar. Tak terhitung berapa kali ia mengalami orgasme.Sampai akhirnya, ia meminta aku untuk mengeluarkan sperma ke dalam mulutnya.
Semburan cairan kental bening membasahi bibirnya yang mungil.
“Kamu hebat banget sayang,”katanya sambil menelan sisa-sisa sperma di dalam mulutnya.
Tapi permainan itu belum usai, karena Ella masih tetap meminta aku untuk membahagiakannya.
“Puaskan aku sayang…aku belum pernah sebahagia ini,”katanya.

Sifat lembut Ella memang menaikkan ketegangan penisku. Ia juga tak bosan-bosan menyuguhkan puting-putingnya ke arahku. Aku mengulumnya dengan lembut, seperti bayi disusui ibunya. Ella memang berperan seperti itu. Perbedaan usia kami 7 tahun, membuat ia lebih bersabar menghadapiku.

Tak bosan-bosan aku mempermainkan sepasang buah dada milik Ella yang kenyal tersebut.
Kemudian kami bercinta lagi. Sekali itu Ella di posisi bawah. Setengah jam lamanya, aku dan dia larut dalam irama cinta yang dahsyat. Ella menggeliat, meronta atau merintih. Menahan setiap tusukan batang penisku yang menembus liang vaginanya yang mulai basah.
Demikian pembaca, kisahku dengan Ella. Buat Ella sayang, aku tetap akan siap untuk membahagiakan kamu.

Cerita Dewasa Bercinta Di Rumah Tante Yuni

Cerita Dewasa adalah cerita yang di khususkan buat kamu pengunjung setia berita terbaru yang sudah dewasa jadi yang belum dewasa aku ga bertanggung jawab ya, koleksi cerita dewasa sebelumnya cerita dewasa, cerita dewasa sedarah dan cerita sex.

Kali ini judulnya Cerita Dewasa Bercinta Di Rumah Tante Yuni

Kisah percintaanku dengan wanita setengah baya sangat mendebarkan. Setidaknya itu menurutku.Karena untuk bisa tidur dengan mereka, aku harus melakukan berbagai rayuan halus.Berikut adalah kisahku dengan Ella, seorang janda dengan satu orang anak.
Ella, 35th, adalah seorang wanita sederhana. Wajahnya keibuan dengan kulit
kuning langsat.Entah kenapa aku punya hasrat tinggi padanya. Padahal kami selama ini hanya berteman biasa. Itu berawal ketika kami sedang berkumpul di sebuah villa. Kami kebagian satu kamar bersama.

“Kamu cantik sayang,”pujiku pelan ke telinganya.
Sementara si kecil tertidur di ranjang kecil di samping kami.
Ella menyandarkan kepalanya di bahuku. Kuusap kepalanya yang terbalut jilbab biru itu.Tubuh ramping padat itu kupeluk erat. Ella menoleh ke arahku.Tapi bibirnya masih kelu. Ia membiarkan aku mengendalikan suasana yang romantis.

Pelan-pelan kami berpagutan lembut. Ella memejamkan mata, memainkan bibirku yang basah.
Tanganku meremas-remas payudaranya yang masih tertutup jilbab itu.
Ella terperanjat, tapi mengerti keinginanku. Kemudian, dilepasnya penutup kepala dan jilbabnya.
Sepasang buah dada dibalut bh warna putih terpampang indah di depan mataku.
Ella memajukan dadanya ke arah wajahku dan membenamkan wajahku.
Oh, aroma payudara yang segar menerpa hidung dan bibirku. Kujilati seluruh bh dan sebagian gumpalan daging kenyal itu.

Ella mendesis, menikmati perlakukanku.
Harus kuakui ukuran payudara janda manis ini besar, 36C. Tentu saja aku semakin tergoda untuk menjilati putingnya.
Ella melepas bh itu dan terjatuh di atas lantai.
“Kamu suka kan?”tanyanya menggoda.
“Ya, aku suka yang besar seperti ini,”sahutku.

Puting coklat muda itu lantas kusergap dengan bibirku. Kujilati dengan leluasa, penuh perasaan. Ella mencoba menahan gejolak akibat perlakukanku. Desahan nafasnya semakin memburu.
Tanganku yang kanan meremas-remas buah dadanya yang satu lagi.ouhhhgg…luar biasa kenyal dan padat.
Aku membiarkan Ella melepas restleting jinsku. PEnisku yang keras di dalam cd menanti sentuhan lembut jemarinya.
“Boleh kan sayang?”tanyanya menggoda.

Aku senyum dan sejurus kemudian, aku mabuk dibuatnya.
Betapa tidak Ella, menggenggam penisku yang besar dengan tangan kanannya. Dengan lembut dielus-elusnya, terutama di bagian kepala penisku yang memerah.
Si kecil terbangun dan memandangi aksi ibunya. Tapi Ella hanya menatap buah hatinya itu sekilas, karena ia kemudian telah menjilati bagian-bagian penisku yang keras.
Air liur Ella telah membasahi penisku. Tiap kali ia menghisap ujung penisku, aku dirasuk rasa nikmat amat sangat.

Si kecil mendekati ibunya. Sekali ini Ella berhenti dan mengusap-urap rambutnya si kecil.
Kesempatan ini tak kusia-siakan,kuremas-remas sepasang payudaranya yang besar dan indah itu dari arah belakang. Setelah itu, kujilati pinggulnya yang masih dibungkus celana dalam mini berwarna putih berenda itu.
Si kecil duduk di lantai masih tetap memandangi aksi-aksi kami. Mungkin ia bingung melihat perbuatan kami.
Dalam posisi menungging, pantat Ella kujilati dan kuremas dengan gemas. PAntat yang besar, bulat dan menggoda.

Ella masih menungging dan meminta aku untuk memulai permainan.
Ujung penisku kuarahkan tepat ke vaginanya yang tersempil di belahan pahanya. Dari posisi ini, aku harus membuatnya nyaman.Kudorong pelan dan itu cukup membuat Ella menggeliat mesra.Pelan-pelan irama kutingkatkan hingga ranjang kami berguncang.Bahkan sepasang buah dada Ella terayun-ayun dengan lembut.PAntat Ella mengeluarkan bunyi-bunyian khas akibat beradunya tubuh kami.

Luar biasa Ella, ia sangat menikmati permainan ini. Ia kemudian tidur dalam posisi miring. Ini salah satu gaya favoritku juga. Sepertinya ia memamerkan bentuk pinggulnya yang luar biasa indah itu ke hadapanku.
Lewat pantulan cermin besar di tepi ranjang kamu saling tersenyum. Ella meraih batang penisku dan memasukkan ke dalam vagina miliknya. Kugoyang dengan lembut.Sementara sepasang payudaranya kuraih dengan satu tangan dan kuremas-remas gemas.
“ohhh….”Ella merintih nikmat.

Aku terus memompa vaginanya dengan sekeras-kerasnya.Rintihan Ella semakin keras dan liar. Tak terhitung berapa kali ia mengalami orgasme.Sampai akhirnya, ia meminta aku untuk mengeluarkan sperma ke dalam mulutnya.
Semburan cairan kental bening membasahi bibirnya yang mungil.
“Kamu hebat banget sayang,”katanya sambil menelan sisa-sisa sperma di dalam mulutnya.
Tapi permainan itu belum usai, karena Ella masih tetap meminta aku untuk membahagiakannya.
“Puaskan aku sayang…aku belum pernah sebahagia ini,”katanya.

Sifat lembut Ella memang menaikkan ketegangan penisku. Ia juga tak bosan-bosan menyuguhkan puting-putingnya ke arahku. Aku mengulumnya dengan lembut, seperti bayi disusui ibunya. Ella memang berperan seperti itu. Perbedaan usia kami 7 tahun, membuat ia lebih bersabar menghadapiku.

Tak bosan-bosan aku mempermainkan sepasang buah dada milik Ella yang kenyal tersebut.
Kemudian kami bercinta lagi. Sekali itu Ella di posisi bawah. Setengah jam lamanya, aku dan dia larut dalam irama cinta yang dahsyat. Ella menggeliat, meronta atau merintih. Menahan setiap tusukan batang penisku yang menembus liang vaginanya yang mulai basah.
Demikian pembaca, kisahku dengan Ella. Buat Ella sayang, aku tetap akan siap untuk membahagiakan kamu.

Cerita Dewasa Nikmatnya Ibu Muda

Menambah koleksi cerita dewasa di berita terbaru karena banyaknya yang menyukai cerita dewasa jadi akan selalu di tambah koleksi nya jika belum sempat membaca yang lain ada di halaman sebelum ini ada cerita dewasa sakit hati, terus cerita panas, dan cerita dewasa janda muda semua hanya buat kamu pengunjung setia berita terbaru.

Cerita Dewasa Nikmatnya Ibu Muda
Sebut saja namaku Dandy 30 tahun, 170/65 berparas seperti kebanyakan orang pribumi dan kata orang aku orangnya manis, atletis, hidung mancung, bertubuh sexy karena memang aku suka olah raga. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan besar di kota Surabaya dan statusku married. Perlu pembaca ketahui bahwa sebelum aku bekerja di Surabaya ini, aku adalah tergolong salah satu orang yang minder dan kuper karena memang lingkungan keluarga mendidik aku sangat disiplin dalam segala hal. Dan aku bersyukur sekali karena setelah keluar dari rumah (baca:bekerja), banyak sekali kenyataan hidup yang penuh dengan “warna-warni” serta “pernah-pernik”nya.

Kisah ini berawal terjadi sebagai dampak seringnya aku main chatting di kantor di saat kerjaan lagi kosong. Mulai muda aku adalah termasuk seorang penggemar sex education, karena buat aku sex adalah sesuatu yang indah jika kita bisa menerjemahkannya dalam bentuk visualnya. Dan memang mulai SD, SMP sampai SMA hidup aku selalu dikelilingi cewek-cewek yang cakep karena memang aku bisa menjadi “panutan” buat mereka, itu terbukti dengan selalu terpilihnya aku menjadi ketua osis selama aku menempuh pendidikan.

Kembali pada ceritaku, dunia chatting adalah ‘accses’ untuk mengenal banyak wanita dengan segala status yang mereka miliki; mulai ABG, mahasiswi, ibu muda sampai wanita sebaya, di luar jam kantor. Dan mulai dari sinilah aku mulai mengenal apa itu “kehidupan sex having fun”.

Suatu hari aku chatting dengan menggunakan nickname yang menantang kaum hawa untuk pv aku, hingga masuklah seorang ibu muda yang berumur 32 tahun sebut saja namanya Via. Via yang bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sekretaris dengan paras yang cantik dengan bentuk tubuh yang ideal (itu semua aku ketahui setelah Via sering kirim foto Via email aku). Kegiatan kantor aku tidak akan lengkap tanpa online sama dia setiap jam kantor dan dari sini Via sering curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Karena kita berdua sudah sering online, Dia tidak segan-segan menceritakan kehidupan sex nya yang cenderung tidak bisa menikmati dan meraih kepuasan. Kami berdua share setiap kesempatan online atau mungkin aku sempatkan untuk call dia.

Hingga suatu hari, kami putuskan untuk jumpa darat sepulang jam kantor, aku lupa tanggal berapa tapi yang pasti hari pertemuan kami tentukan bersama hari Jum’at. Setelah menentukan dimana aku mau jemput, sepulang kantor aku langsung kendarai mobil butut starletku untuk meluncur di tempat yang janjikan. Dengan perasaan deg-deg an, sepanjang perjalanan aku berfikir secantik apakah Via yang usianya lebih tua dari aku 2 tahun. Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku bener-bener ketemu dengan Via. Wow! Aku berdecak kagum dengan kecantikan Via, tubuhnya yang sexy dengan penampilannya yang anggun membuat setiap kaum adam berdesir melihatnya. Tidak terlihat dia seorang ibu muda dengan 3 orang anak, Via adalah sosok cewek favorite aku. Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan alamak.. pantatnya yang sexy membuat aku menelan ludahku dalam-dalam saat membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan Via.

Tanpa pikir panjang dan menutupi kegugupan aku. Aku memancing untuk menawarkan pergi ke salah satu motel di sudut kota (yang aku tahu dari temanku). Sepanjang perjalanan menuju hotel, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Via yang cantik sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang tipis.. Dan sepanjang itu juga “adik kecilku” mulai bangkit dari tidurnya. Tidak lama sampailah kami di salah satu Motel, aku langsung memasukan mobilku kedalam salah satu kamar 102.

Didalam kamar aku sangat grogi sekali bertatapan dengan wajah Via..
“Met kenal Dandy,” Via membuka obrolan.
“hey Via..,” aku jawab dengan gugup.
Aku benar-benar tidak percaya dengan yang aku hadapi, seorang ibu rumah tangga yang cantik sekali, sampai sempat aku berfikir hanya suami yang bego jika tidak bisa menyayangi wanita secantik Via.
Kami berbicara hanya sekedar intermezo saja karena memang kami berdua tampak gugup saat pertemuan pertama tersebut. Sedangkan jantungku berdetak keras dibareng “adik kecilku” yang sudah meronta ingin unjuk gigi.

“Dandy meskipun kita di sini, tidak apa-apakan jika kita tidak bercinta,” kata Via.
Aku tidak menjawab sepatah katapun, dengan lembut aku gapai lengannya untuk duduk di tepi ranjang. Dengan lembut pula aku rangkul dia untuk rebahan diranjang dan tanpa terasa jantungku berdetak keras, bagaikan dikomando aku menciumi leher Via yang terlihat sanagt bersih dan putih.
“Via kamu sangat cantik sayang..,” aku berbisik.
“Dann.. jangan please..,” desahan Via membuat aku terangsang.
Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Via yang jenjang.
“Akhh Dandy..”
Tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi payudara Via yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.
“Ooohh.. Danddyy..”
Via mulai mengikuti rangsangan yang aku lakukan di dadanya. Aku semakin berani untuk melakukan yang lebih jauh..
“Via, aku buka jas kamu ya, biar tidak kusut..,” pintaku.

Via hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk memreteli jasnya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan tanktop warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan jelas dimukaku. Setelah jas Via terbuka, aku berusaha naik di tubuh dia, aku ciumi bibir Via yang tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu lidah Via yang mulai terangsang dengan aktivitas aku. Tanganku yang nakal mulai menarik tanktop warna hitam dan..
Wow.. tersembul puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Via untuk kemudian mulai melpeas BH dan menjilati puting Via yang berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting Via berdiri dengan kencang.. sedangkan tangan kananku memilin puting Via yang lain nya.
“Ooohh Danndyy.. kamu nakal sekali sayang..,” rintih Via.
Dan saat aku mulai menegang..
“Tok.. tok.. tok.. room service.” Ahh.. sialan pikirku, menganggu saja roomboys ini. Aku meraih uang 50.000-an dikantong kemejaku dengan harapan supaya dia cepat pergi.

Setelah roomboy’s pergi, aku tidak memberikan kesempatan untuk Via bangkit dari pinggir. Parfum Via yang harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya. Dengan bekal pengetahuan sex yang aku ketahui (baik dari majalah, film BF maupun obrolan-obrolan teman kantor), aku semakin berani berbuat lebih jauh dengan Via. Aku beranikan diri untuk mulai membuka CD yang digunakan Via, dan darahku mendesir saat melihat tidak ada sehelai rambutpun di bagian vagina Via. Tanpa berfikir lama, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Via.

“Oohh.. Dan.. nikmat.. sayang,” Via merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang vaginanya dan sesekali menekan kepalaku untuk tidak melepaskan kenikmatan itu. Dan disaat dia sedang menikmati jilatan lidahku, telunjuk jari kiriku aku masukkan dalam lubang vagina dan aku semakin tahu jika dia lebih bisa menikmati jika diperlakukan seperti itu. Terbukti Via menggeliat dan mendesah disetiap gerakan jariku keluar masuk.
“Aakkhh Dann.. kamu memang pintar sayang..,” desah Via.
Disaat kocokkan jariku semakin cepat, Via sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri orang yang mau orgasme dan sesat kemudian..
“Dann.. sayang.. aku nggak tahan.. oohh.. Dan.. aku mau..” visa menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa sesak dibuatnya.
“Daann.. ookkhh.. aakuu keluaarr.. crut-crut-crut.”
Via merintih panjang saat clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dengan itu, aku membuka mulut aku lebar-lebar, sehingga carian itu tidak ada yang menetes sedikitpun dalam mulutku.

Aku biarkan Via terlentang menikmati orgasmenya yang pertama, sambil membuka semua pakaian yang aku kenakan, aku memperhatikan Via begitu puas dengan foreplay aku tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar. Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yang berukuran 19 cm dengan bentuk melengkung, langsung menghujam celah kenikmatan Via dan sontak meringis..
“Aaakhh.. Dandy..,” desah Via saat penisku melesak kedalam lubang vaginanya.
“Dandyy.. penis kamu besar sekali.. aakkh..”
Aku merasakan setiap gapitan bibir vaginanya yang begitu seret, sampai aku berfikir suami macam apa yang tidak bisa merasakan kenikmatan lubang senggama Via ini?
Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Via yang mulai aku rasakan sangat menikmati permainan ini.
“Danddyy.. sudah.. sayang.. akhh..” sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina mengapit batang penisku. Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Via. Aku tidak mempedulikan desahan Via yang semakin menjadi, aku hanya berusaha memberikan kepuasan bercinta, yang kata Via belum pernah merasakan selama berumah tangga. Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Via menggelinjang hebat karena memang bentuk penisku agak bengkok ke kiri.

Tiba-tiba Via mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya. Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan..
“Dann.. aku.. mau.. keluarr lagi.. aakk.. Kamu hebat sayang, aku.. nggak tahan..,” seiring jertian itu, aku merasakan cairan hangat meleleh disepanjang batang penisku dan aku biarkan sejenak penisku dalam vaginanya.

Sesaat kemudian aku melepas penisku dan mengarahkan ke mulut Via yang masih terlentang. Aku biarkan dia oral penisku.
“Ahh..,” sesekali aku merintih saat giginya mengenai kepala penisku. Disaat dia asik menikmati batang penisku, jariku yang nakal, mulai menelusuri dinding vagina Via yang mulai basah lagi.
“Creek.. crekk.. crek..,” bunyi jariku keluar masuk dilubang vagina Via.
“Ohh.. Dandy.. enak sekali sayang..”
1.. 2.. 3.. 4.. 5.. jariku masuk bersamaan ke lubang vagina Via. Aku kocok keluar masuk.., sampai akhirnya aku nggak tahan lagi untuk mulai memasukkan penisku, untuk menggantikan 5 jariku yang sudah “memperkosa” lubang kewanitaannya.

Dan..
“Ohh.. sayang aku keluar lagi..”
Orgasme yang ketiga diraih oleh Via dalam permainan itu dan aku langsung meneruskan inisiatif menindih tubuh Via, berkali-kali aku masukkan sampai mentok.
“Aaakhh.. sayang.. enak sekali.. ohh..,” rintih Via. Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, menindih Via..
“Sayang aku boleh keluarin di dalam..,” aku tanya Via.
“Jangan.. aku nggak mau, entar aku hamil,” jelas Via.
“Nggak deh sayang jangan khawatir..,” rengekku.
“Jangan Dandyy.. aku nggak mau..,” rintihan Via membuat aku semakin bernafsu untuk memberikan orgasme yang berikutnya.
“Akhh.. oohh.. Dandy.. sayang keluarin kamu sayang.. aakkhh..,” Via memintaku.
“Kamu jangan tunggu aku keluar Dandy.. please,” pinta Via.

Disaat aku mulai mencapai klimaks, Via meminta berganti posisi diatas.
“Danndy aku pengen diatas..”
Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Via bangkit dan langsung menancapkan penisku dlam-dalam di lubang kewanitaannya.
“Akhh gila, penis kamu hebat banget Dandy asyik.. oohh.. enak..,” Via merintih sambil menggoyangkan pinggulnya.
“Aduhh enak Dandy.. ”
Goyangan pinggul Via membuat gelitikan halus di penisku..
“Via.. Via.. akh..,” aku mengerang kenikmatan saat Via menggoyang pinggulnya.
“Dandy.. aku mau keluar sayang..,” sambil merintih panjang, Via menekankan dalam-dalam tubuhnya hingga penisku “hilang” ditelan vaginanya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan klimaks sudah diujung kepala.
“Via.. Via.. ahh..”
Aku biarkan spermaku muncrat di dalam vagianya.
“Croot.. croot..” semburan spermaku langsung muncrat dalam lubang Via, tetapi tiba-tiba Via berdiri.
“Aakhh Dandy nakal..”
Dan Via berlari berhamburan ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dalam vaginanya, karena memang dia tidak menggunakan pernah menggunakan KB.

Permainan itu berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru saat bercinta denganku, dia mengalami multi orgasme yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
“Dandy, kapan kamu ada waktu lagi untuk lakukan ini semua sayang,” tanya Via.
Aku menjawab lirih, “Terserah Via deh, aku akan selalu sediakan waktu buatmu.”
“Makasih sayang.. kamu telah memberikan apa yang selama ini tidak aku dapatkan dari suami aku,” puji Via.
“Dann.. kamu hebat sekali dalam bercinta.. aku suka style kamu,” sekali lagi puji Via.

Pertemuan pertama ini kita akhiri dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan dengn kata-kata, dan hanya kami berdua yang bisa rasakan itu. Aku memang termasuk orang yang selalu berusaha membuat pasanganku puas dan aku mempuyai fantasi sex yang tinggi sehingga tidak sedikit abg, mahasiswi dan ibu muda yang hubungi aku untuk sekedar membantu memberikan kepuasan buat mereka.

Cerita Dewasa Nikmatnya Ibu Muda

Menambah koleksi cerita dewasa di berita terbaru karena banyaknya yang menyukai cerita dewasa jadi akan selalu di tambah koleksi nya jika belum sempat membaca yang lain ada di halaman sebelum ini ada cerita dewasa sakit hati, terus cerita panas, dan cerita dewasa janda muda semua hanya buat kamu pengunjung setia berita terbaru.

Cerita Dewasa Nikmatnya Ibu Muda
Sebut saja namaku Dandy 30 tahun, 170/65 berparas seperti kebanyakan orang pribumi dan kata orang aku orangnya manis, atletis, hidung mancung, bertubuh sexy karena memang aku suka olah raga. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan besar di kota Surabaya dan statusku married. Perlu pembaca ketahui bahwa sebelum aku bekerja di Surabaya ini, aku adalah tergolong salah satu orang yang minder dan kuper karena memang lingkungan keluarga mendidik aku sangat disiplin dalam segala hal. Dan aku bersyukur sekali karena setelah keluar dari rumah (baca:bekerja), banyak sekali kenyataan hidup yang penuh dengan “warna-warni” serta “pernah-pernik”nya.

Kisah ini berawal terjadi sebagai dampak seringnya aku main chatting di kantor di saat kerjaan lagi kosong. Mulai muda aku adalah termasuk seorang penggemar sex education, karena buat aku sex adalah sesuatu yang indah jika kita bisa menerjemahkannya dalam bentuk visualnya. Dan memang mulai SD, SMP sampai SMA hidup aku selalu dikelilingi cewek-cewek yang cakep karena memang aku bisa menjadi “panutan” buat mereka, itu terbukti dengan selalu terpilihnya aku menjadi ketua osis selama aku menempuh pendidikan.

Kembali pada ceritaku, dunia chatting adalah ‘accses’ untuk mengenal banyak wanita dengan segala status yang mereka miliki; mulai ABG, mahasiswi, ibu muda sampai wanita sebaya, di luar jam kantor. Dan mulai dari sinilah aku mulai mengenal apa itu “kehidupan sex having fun”.

Suatu hari aku chatting dengan menggunakan nickname yang menantang kaum hawa untuk pv aku, hingga masuklah seorang ibu muda yang berumur 32 tahun sebut saja namanya Via. Via yang bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sekretaris dengan paras yang cantik dengan bentuk tubuh yang ideal (itu semua aku ketahui setelah Via sering kirim foto Via email aku). Kegiatan kantor aku tidak akan lengkap tanpa online sama dia setiap jam kantor dan dari sini Via sering curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Karena kita berdua sudah sering online, Dia tidak segan-segan menceritakan kehidupan sex nya yang cenderung tidak bisa menikmati dan meraih kepuasan. Kami berdua share setiap kesempatan online atau mungkin aku sempatkan untuk call dia.

Hingga suatu hari, kami putuskan untuk jumpa darat sepulang jam kantor, aku lupa tanggal berapa tapi yang pasti hari pertemuan kami tentukan bersama hari Jum’at. Setelah menentukan dimana aku mau jemput, sepulang kantor aku langsung kendarai mobil butut starletku untuk meluncur di tempat yang janjikan. Dengan perasaan deg-deg an, sepanjang perjalanan aku berfikir secantik apakah Via yang usianya lebih tua dari aku 2 tahun. Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku bener-bener ketemu dengan Via. Wow! Aku berdecak kagum dengan kecantikan Via, tubuhnya yang sexy dengan penampilannya yang anggun membuat setiap kaum adam berdesir melihatnya. Tidak terlihat dia seorang ibu muda dengan 3 orang anak, Via adalah sosok cewek favorite aku. Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan alamak.. pantatnya yang sexy membuat aku menelan ludahku dalam-dalam saat membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan Via.

Tanpa pikir panjang dan menutupi kegugupan aku. Aku memancing untuk menawarkan pergi ke salah satu motel di sudut kota (yang aku tahu dari temanku). Sepanjang perjalanan menuju hotel, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Via yang cantik sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang tipis.. Dan sepanjang itu juga “adik kecilku” mulai bangkit dari tidurnya. Tidak lama sampailah kami di salah satu Motel, aku langsung memasukan mobilku kedalam salah satu kamar 102.

Didalam kamar aku sangat grogi sekali bertatapan dengan wajah Via..
“Met kenal Dandy,” Via membuka obrolan.
“hey Via..,” aku jawab dengan gugup.
Aku benar-benar tidak percaya dengan yang aku hadapi, seorang ibu rumah tangga yang cantik sekali, sampai sempat aku berfikir hanya suami yang bego jika tidak bisa menyayangi wanita secantik Via.
Kami berbicara hanya sekedar intermezo saja karena memang kami berdua tampak gugup saat pertemuan pertama tersebut. Sedangkan jantungku berdetak keras dibareng “adik kecilku” yang sudah meronta ingin unjuk gigi.

“Dandy meskipun kita di sini, tidak apa-apakan jika kita tidak bercinta,” kata Via.
Aku tidak menjawab sepatah katapun, dengan lembut aku gapai lengannya untuk duduk di tepi ranjang. Dengan lembut pula aku rangkul dia untuk rebahan diranjang dan tanpa terasa jantungku berdetak keras, bagaikan dikomando aku menciumi leher Via yang terlihat sanagt bersih dan putih.
“Via kamu sangat cantik sayang..,” aku berbisik.
“Dann.. jangan please..,” desahan Via membuat aku terangsang.
Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Via yang jenjang.
“Akhh Dandy..”
Tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi payudara Via yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.
“Ooohh.. Danddyy..”
Via mulai mengikuti rangsangan yang aku lakukan di dadanya. Aku semakin berani untuk melakukan yang lebih jauh..
“Via, aku buka jas kamu ya, biar tidak kusut..,” pintaku.

Via hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk memreteli jasnya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan tanktop warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan jelas dimukaku. Setelah jas Via terbuka, aku berusaha naik di tubuh dia, aku ciumi bibir Via yang tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu lidah Via yang mulai terangsang dengan aktivitas aku. Tanganku yang nakal mulai menarik tanktop warna hitam dan..
Wow.. tersembul puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Via untuk kemudian mulai melpeas BH dan menjilati puting Via yang berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting Via berdiri dengan kencang.. sedangkan tangan kananku memilin puting Via yang lain nya.
“Ooohh Danndyy.. kamu nakal sekali sayang..,” rintih Via.
Dan saat aku mulai menegang..
“Tok.. tok.. tok.. room service.” Ahh.. sialan pikirku, menganggu saja roomboys ini. Aku meraih uang 50.000-an dikantong kemejaku dengan harapan supaya dia cepat pergi.

Setelah roomboy’s pergi, aku tidak memberikan kesempatan untuk Via bangkit dari pinggir. Parfum Via yang harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya. Dengan bekal pengetahuan sex yang aku ketahui (baik dari majalah, film BF maupun obrolan-obrolan teman kantor), aku semakin berani berbuat lebih jauh dengan Via. Aku beranikan diri untuk mulai membuka CD yang digunakan Via, dan darahku mendesir saat melihat tidak ada sehelai rambutpun di bagian vagina Via. Tanpa berfikir lama, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Via.

“Oohh.. Dan.. nikmat.. sayang,” Via merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang vaginanya dan sesekali menekan kepalaku untuk tidak melepaskan kenikmatan itu. Dan disaat dia sedang menikmati jilatan lidahku, telunjuk jari kiriku aku masukkan dalam lubang vagina dan aku semakin tahu jika dia lebih bisa menikmati jika diperlakukan seperti itu. Terbukti Via menggeliat dan mendesah disetiap gerakan jariku keluar masuk.
“Aakkhh Dann.. kamu memang pintar sayang..,” desah Via.
Disaat kocokkan jariku semakin cepat, Via sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri orang yang mau orgasme dan sesat kemudian..
“Dann.. sayang.. aku nggak tahan.. oohh.. Dan.. aku mau..” visa menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa sesak dibuatnya.
“Daann.. ookkhh.. aakuu keluaarr.. crut-crut-crut.”
Via merintih panjang saat clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dengan itu, aku membuka mulut aku lebar-lebar, sehingga carian itu tidak ada yang menetes sedikitpun dalam mulutku.

Aku biarkan Via terlentang menikmati orgasmenya yang pertama, sambil membuka semua pakaian yang aku kenakan, aku memperhatikan Via begitu puas dengan foreplay aku tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar. Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yang berukuran 19 cm dengan bentuk melengkung, langsung menghujam celah kenikmatan Via dan sontak meringis..
“Aaakhh.. Dandy..,” desah Via saat penisku melesak kedalam lubang vaginanya.
“Dandyy.. penis kamu besar sekali.. aakkh..”
Aku merasakan setiap gapitan bibir vaginanya yang begitu seret, sampai aku berfikir suami macam apa yang tidak bisa merasakan kenikmatan lubang senggama Via ini?
Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Via yang mulai aku rasakan sangat menikmati permainan ini.
“Danddyy.. sudah.. sayang.. akhh..” sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina mengapit batang penisku. Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Via. Aku tidak mempedulikan desahan Via yang semakin menjadi, aku hanya berusaha memberikan kepuasan bercinta, yang kata Via belum pernah merasakan selama berumah tangga. Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Via menggelinjang hebat karena memang bentuk penisku agak bengkok ke kiri.

Tiba-tiba Via mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya. Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan..
“Dann.. aku.. mau.. keluarr lagi.. aakk.. Kamu hebat sayang, aku.. nggak tahan..,” seiring jertian itu, aku merasakan cairan hangat meleleh disepanjang batang penisku dan aku biarkan sejenak penisku dalam vaginanya.

Sesaat kemudian aku melepas penisku dan mengarahkan ke mulut Via yang masih terlentang. Aku biarkan dia oral penisku.
“Ahh..,” sesekali aku merintih saat giginya mengenai kepala penisku. Disaat dia asik menikmati batang penisku, jariku yang nakal, mulai menelusuri dinding vagina Via yang mulai basah lagi.
“Creek.. crekk.. crek..,” bunyi jariku keluar masuk dilubang vagina Via.
“Ohh.. Dandy.. enak sekali sayang..”
1.. 2.. 3.. 4.. 5.. jariku masuk bersamaan ke lubang vagina Via. Aku kocok keluar masuk.., sampai akhirnya aku nggak tahan lagi untuk mulai memasukkan penisku, untuk menggantikan 5 jariku yang sudah “memperkosa” lubang kewanitaannya.

Dan..
“Ohh.. sayang aku keluar lagi..”
Orgasme yang ketiga diraih oleh Via dalam permainan itu dan aku langsung meneruskan inisiatif menindih tubuh Via, berkali-kali aku masukkan sampai mentok.
“Aaakhh.. sayang.. enak sekali.. ohh..,” rintih Via. Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, menindih Via..
“Sayang aku boleh keluarin di dalam..,” aku tanya Via.
“Jangan.. aku nggak mau, entar aku hamil,” jelas Via.
“Nggak deh sayang jangan khawatir..,” rengekku.
“Jangan Dandyy.. aku nggak mau..,” rintihan Via membuat aku semakin bernafsu untuk memberikan orgasme yang berikutnya.
“Akhh.. oohh.. Dandy.. sayang keluarin kamu sayang.. aakkhh..,” Via memintaku.
“Kamu jangan tunggu aku keluar Dandy.. please,” pinta Via.

Disaat aku mulai mencapai klimaks, Via meminta berganti posisi diatas.
“Danndy aku pengen diatas..”
Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Via bangkit dan langsung menancapkan penisku dlam-dalam di lubang kewanitaannya.
“Akhh gila, penis kamu hebat banget Dandy asyik.. oohh.. enak..,” Via merintih sambil menggoyangkan pinggulnya.
“Aduhh enak Dandy.. ”
Goyangan pinggul Via membuat gelitikan halus di penisku..
“Via.. Via.. akh..,” aku mengerang kenikmatan saat Via menggoyang pinggulnya.
“Dandy.. aku mau keluar sayang..,” sambil merintih panjang, Via menekankan dalam-dalam tubuhnya hingga penisku “hilang” ditelan vaginanya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan klimaks sudah diujung kepala.
“Via.. Via.. ahh..”
Aku biarkan spermaku muncrat di dalam vagianya.
“Croot.. croot..” semburan spermaku langsung muncrat dalam lubang Via, tetapi tiba-tiba Via berdiri.
“Aakhh Dandy nakal..”
Dan Via berlari berhamburan ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dalam vaginanya, karena memang dia tidak menggunakan pernah menggunakan KB.

Permainan itu berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru saat bercinta denganku, dia mengalami multi orgasme yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
“Dandy, kapan kamu ada waktu lagi untuk lakukan ini semua sayang,” tanya Via.
Aku menjawab lirih, “Terserah Via deh, aku akan selalu sediakan waktu buatmu.”
“Makasih sayang.. kamu telah memberikan apa yang selama ini tidak aku dapatkan dari suami aku,” puji Via.
“Dann.. kamu hebat sekali dalam bercinta.. aku suka style kamu,” sekali lagi puji Via.

Pertemuan pertama ini kita akhiri dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan dengn kata-kata, dan hanya kami berdua yang bisa rasakan itu. Aku memang termasuk orang yang selalu berusaha membuat pasanganku puas dan aku mempuyai fantasi sex yang tinggi sehingga tidak sedikit abg, mahasiswi dan ibu muda yang hubungi aku untuk sekedar membantu memberikan kepuasan buat mereka.

Cerita Dewasa Pengalaman Pertama Dengan Istri Paman

Pengalaman Pertama Dengan Istri Paman adalah judul lanjutan dari koleksi cerita dewasa yang bisa kamu baca di berita terbaru buat judul ainnya ada di halaman sebelumnya ada cerita dewasa, ada cerita dewasa sedarah dan juga cerita sex semua lengkap buat akmu baca.

Ini dia cerita dewasa buat kamu :

Namaku Bobby. Aku sekarang udah punya istri dan punya dua anak. Terus terang, ketika pertama membuka situs ini, geli rasanya hati ini. Pertama kali aku sempat heran, kenapa kok banyak orang yang rela membuka-buka “aib” sendiri dihadapan public seperti di situs ini. Tetapi keherananku seperti terjawab dengan sendirinya. Peduli amat ahh, pikirku waktu itu. Dan, lama-kelamaan akhirnya muncul juga keinginan untuk turut bagi-bagi pengalaman tentang dunia seks yang ternyata cukup luas, unik, menarik, seronok, dan bahkan sering menjijikkan.

Pertamakali aku mengenal seks adalah saat aku duduk di kelas dua smp. Waktu itu aku tinggal bersama paman di kota Jbr, sedangkan keluargaku tinggal di kota Bwi. Beda dengan saat tinggal bersama keluargaku, di rumah paman ini aku relative bebas bergerak sesukaku, apalagi pamanku yang anggota TNI sering tidak berada dirumah sementara istrinya, Bi Supi, tidak berani melarangku.

Salah satu hobi beratku waktu itu adalah melototin TV sampai larut malam. Hingga suatu saat, ada sebuah film menarik yang sedang aku tonton, yang ternyata juga sempat membuat Bi Supi betah menontonnya hingga larut malam. Saat itu aku hanya berdua dengan Bi Supi. Maka ketika sesekali Bi Supi berkomentar, aku langsung menyahut sekenanya. Sampai suatu saat ada adegan yang agak porno dan panas, tiba-tiba Bi Supi nyeletuk: “Heh, yang ini kamu gak boleh lihat, masih kecil!” katanya sambil matanya tetap melotot ke layar TV.

Tanpa pikir panjang dan tanpa sadar bahwa Bi Supi adalah istri pamanku sendiri, waktu itu aku menyahut dengan nada agak nakal. “Udah di sunat kok Bi, tinggal nyoba pakeknya yang belum,”. Kataku.

Mungkin karena merasa risih atau sungkan, waktu itu Bi Supi hanya diam dan tidak langsung menanggapi celoteh nakalku. Entah kenapa, waktu itu aku seperti sengaja memancing agar Bi Supi mau ngomong yang jorok-jorok. Maka akupun terus berceloteh sesukaku. Dan tiba-tiba Bi Supi membuka mulutnya.

“Emang kamu ngerti yang gituan?”
“Ngerti dong. Wong nggak sulit kok!”
“Kalau ngerti ya udah!” katanya sambil melirik ke arahku.

Setelah beberapa saat kami saling terdiam, lalu aku coba membuka pembicaraan lagi. Dan kali ini aku sengaja lebih mengarah.

“Bi, katanya kalau pertama begituan rasanya sakit yah?”
“Nggak tahu!”
“Lho, waktu pertama dulu Bibi merasa gimana?”
“Lupa!”
“Kalau udah sering gituan, enak ya Bi?”
“Ahh kamu mau tahu aja!”
“Ya emang pingin tahu, Bi!” kataku sambil menahan nafas yang terasa mulai menyesakkan dada. Dan sejurus kemudian, istri paman yang masih terlihat cantik dengan tubuh yang padat berisi itu tiba-tiba menatapku tajam. Aku yang waktu itu masih kuper, hanya bisa membalasnya dengan senyum kecut, karena takut kalau-kalau dia marah dan melaporkan kelakuanku kepada paman. Tetapi, entah setan mana yang tiba-tiba datang dan sengaja menebar godaan, hingga tiba-tiba aku memberanikan diri mendekat kearah sofa tempat duduk Bi Supi.

Seperti sengaja memberiku kesempatan, waktu itu Bi Supi hanya diam saja ketika tangannya aku pegang-pegang. Dan aku yang mulai tak terkendali, terasa semakin berani melangkah lebih jauh. “Jangan Bob! Aku ini Bibimu!,” rintihnya ketika tanganku mulai menelusup masuk kebalik baju dasternya yang longgar.

“Bi, ayo Bi. Aku ingin sekali merasakan!” rengekku.
Dan, Ouuw, tanpa banyak ba-bi-bu lagi, tangan Bi Supi langsung meraih selangkanganku, meremas kemaluanku dengan lembut sambil matanya sedikit terpejam. Lalu aku balas dengan meremas buah dadanya yang masih kenyal dan menggemaskan. Dan setelah aku berhasil melucuti daster Bi Supi, ganti dia yang dengan cekatan menarik resluiting celanaku, lalu menariknya hingga aku telangjang.

Bi Supi langsung jongkok di hadapanku. Lalu dengan lahapnya dia melumat kemaluanku sampai seluruh bagian diselangkanganku. Aku hanya bisa merem-melek dibuatnya. “Ouuhhg, terus Bi, terusss Bi.!” Kataku seperti melayang-layang terbuai kenikmatan.
Setelah puas melumat alat vitalku, Bi Supi lalu berdiri persis dihadapanku sambil menyorongkan vaginanya ke mukaku. Tanpa merasa jijik, akupun menjilati lobang vagina Bi Supi yang sudah mulai basah. “Oughh Bob, teruss Bob.. terussss,.. achhhh,!” celotehnya sambil terus menekan-nekan vaginanya ke arah mulutku…

“Teruss Bob, bibi hampirrrr, ooughh…!” erangnya sambil mendekapkan kepalaku kearah selangkangannya. Dan tiba-tiba Bi Supi menorongku hingga aku rebah di Sofa. Lalu dia menindihku, sementara tangan kirinya menuntun kemaluanku ke lobang Vaginanya. “OOuuugghhh… SSsttttss!!” rintihnya ketika kemaluanku sudah terjepit di selangkangannya. Bi Supi yang nampak mulai hilang kesadarannya itu, mulai menggoyangkan tubuhnya. Matanya terpejam, sedangkan dari bibirnya terus mendesis seperti ular kobra yang hendak mematukkan bisanya. “OOOuuuugghhhhhh…….Aku kellluuuaarrrr BBoooobb,!!” Jeritnya tertahan, sementara tanganya mendekapku erat-erat. Lalu dia menggolosoh di sampingku.

“Bi, aku belummm,!” bisikku ketelinganya.
Lalu, Bibi menarikku keatas tubuhnya yang sudah basah oleh keringat. Sambil tetap memejamkan matanya, Bi Supi meraih kemaluanku dan menuntunnya masuk ke lobang memeknya yang sudah basah kuyup. “Ayo Bob,.. “ katanya lirih… Dan, “OOuugghhh,… SSsttssss, achhhhhh,.. Biiii,!!”.. Spermaku pun muncrat dengan deras setelah lima belas menit lamanya aku menggesek-gesekkan kemaluanku dalam lobang vaginanya….

Sejak kejadian malam itu, aku merasa seperti orang yang ditakdirkan menjadi keponakan yang paling kurang ajar terhadap pamannya sendiri. Sebab, hampir setiap saat ketika paman tidak ada dirumah, akulah yang menggantikan paman untuk memuaskan nafsu birahi bibiku. Dan kapanpun bibi mau, di kamar, di rang tamu, di dapur ataupun di kamar mandi, aku selalu dapat memuaskan nafsu bibiku…..



Cerita Dewasa Pengalaman Pertama Dengan Istri Paman

Pengalaman Pertama Dengan Istri Paman adalah judul lanjutan dari koleksi cerita dewasa yang bisa kamu baca di berita terbaru buat judul ainnya ada di halaman sebelumnya ada cerita dewasa, ada cerita dewasa sedarah dan juga cerita sex semua lengkap buat akmu baca.

Ini dia cerita dewasa buat kamu :

Namaku Bobby. Aku sekarang udah punya istri dan punya dua anak. Terus terang, ketika pertama membuka situs ini, geli rasanya hati ini. Pertama kali aku sempat heran, kenapa kok banyak orang yang rela membuka-buka “aib” sendiri dihadapan public seperti di situs ini. Tetapi keherananku seperti terjawab dengan sendirinya. Peduli amat ahh, pikirku waktu itu. Dan, lama-kelamaan akhirnya muncul juga keinginan untuk turut bagi-bagi pengalaman tentang dunia seks yang ternyata cukup luas, unik, menarik, seronok, dan bahkan sering menjijikkan.

Pertamakali aku mengenal seks adalah saat aku duduk di kelas dua smp. Waktu itu aku tinggal bersama paman di kota Jbr, sedangkan keluargaku tinggal di kota Bwi. Beda dengan saat tinggal bersama keluargaku, di rumah paman ini aku relative bebas bergerak sesukaku, apalagi pamanku yang anggota TNI sering tidak berada dirumah sementara istrinya, Bi Supi, tidak berani melarangku.

Salah satu hobi beratku waktu itu adalah melototin TV sampai larut malam. Hingga suatu saat, ada sebuah film menarik yang sedang aku tonton, yang ternyata juga sempat membuat Bi Supi betah menontonnya hingga larut malam. Saat itu aku hanya berdua dengan Bi Supi. Maka ketika sesekali Bi Supi berkomentar, aku langsung menyahut sekenanya. Sampai suatu saat ada adegan yang agak porno dan panas, tiba-tiba Bi Supi nyeletuk: “Heh, yang ini kamu gak boleh lihat, masih kecil!” katanya sambil matanya tetap melotot ke layar TV.

Tanpa pikir panjang dan tanpa sadar bahwa Bi Supi adalah istri pamanku sendiri, waktu itu aku menyahut dengan nada agak nakal. “Udah di sunat kok Bi, tinggal nyoba pakeknya yang belum,”. Kataku.

Mungkin karena merasa risih atau sungkan, waktu itu Bi Supi hanya diam dan tidak langsung menanggapi celoteh nakalku. Entah kenapa, waktu itu aku seperti sengaja memancing agar Bi Supi mau ngomong yang jorok-jorok. Maka akupun terus berceloteh sesukaku. Dan tiba-tiba Bi Supi membuka mulutnya.

“Emang kamu ngerti yang gituan?”
“Ngerti dong. Wong nggak sulit kok!”
“Kalau ngerti ya udah!” katanya sambil melirik ke arahku.

Setelah beberapa saat kami saling terdiam, lalu aku coba membuka pembicaraan lagi. Dan kali ini aku sengaja lebih mengarah.

“Bi, katanya kalau pertama begituan rasanya sakit yah?”
“Nggak tahu!”
“Lho, waktu pertama dulu Bibi merasa gimana?”
“Lupa!”
“Kalau udah sering gituan, enak ya Bi?”
“Ahh kamu mau tahu aja!”
“Ya emang pingin tahu, Bi!” kataku sambil menahan nafas yang terasa mulai menyesakkan dada. Dan sejurus kemudian, istri paman yang masih terlihat cantik dengan tubuh yang padat berisi itu tiba-tiba menatapku tajam. Aku yang waktu itu masih kuper, hanya bisa membalasnya dengan senyum kecut, karena takut kalau-kalau dia marah dan melaporkan kelakuanku kepada paman. Tetapi, entah setan mana yang tiba-tiba datang dan sengaja menebar godaan, hingga tiba-tiba aku memberanikan diri mendekat kearah sofa tempat duduk Bi Supi.

Seperti sengaja memberiku kesempatan, waktu itu Bi Supi hanya diam saja ketika tangannya aku pegang-pegang. Dan aku yang mulai tak terkendali, terasa semakin berani melangkah lebih jauh. “Jangan Bob! Aku ini Bibimu!,” rintihnya ketika tanganku mulai menelusup masuk kebalik baju dasternya yang longgar.

“Bi, ayo Bi. Aku ingin sekali merasakan!” rengekku.
Dan, Ouuw, tanpa banyak ba-bi-bu lagi, tangan Bi Supi langsung meraih selangkanganku, meremas kemaluanku dengan lembut sambil matanya sedikit terpejam. Lalu aku balas dengan meremas buah dadanya yang masih kenyal dan menggemaskan. Dan setelah aku berhasil melucuti daster Bi Supi, ganti dia yang dengan cekatan menarik resluiting celanaku, lalu menariknya hingga aku telangjang.

Bi Supi langsung jongkok di hadapanku. Lalu dengan lahapnya dia melumat kemaluanku sampai seluruh bagian diselangkanganku. Aku hanya bisa merem-melek dibuatnya. “Ouuhhg, terus Bi, terusss Bi.!” Kataku seperti melayang-layang terbuai kenikmatan.
Setelah puas melumat alat vitalku, Bi Supi lalu berdiri persis dihadapanku sambil menyorongkan vaginanya ke mukaku. Tanpa merasa jijik, akupun menjilati lobang vagina Bi Supi yang sudah mulai basah. “Oughh Bob, teruss Bob.. terussss,.. achhhh,!” celotehnya sambil terus menekan-nekan vaginanya ke arah mulutku…

“Teruss Bob, bibi hampirrrr, ooughh…!” erangnya sambil mendekapkan kepalaku kearah selangkangannya. Dan tiba-tiba Bi Supi menorongku hingga aku rebah di Sofa. Lalu dia menindihku, sementara tangan kirinya menuntun kemaluanku ke lobang Vaginanya. “OOuuugghhh… SSsttttss!!” rintihnya ketika kemaluanku sudah terjepit di selangkangannya. Bi Supi yang nampak mulai hilang kesadarannya itu, mulai menggoyangkan tubuhnya. Matanya terpejam, sedangkan dari bibirnya terus mendesis seperti ular kobra yang hendak mematukkan bisanya. “OOOuuuugghhhhhh…….Aku kellluuuaarrrr BBoooobb,!!” Jeritnya tertahan, sementara tanganya mendekapku erat-erat. Lalu dia menggolosoh di sampingku.

“Bi, aku belummm,!” bisikku ketelinganya.
Lalu, Bibi menarikku keatas tubuhnya yang sudah basah oleh keringat. Sambil tetap memejamkan matanya, Bi Supi meraih kemaluanku dan menuntunnya masuk ke lobang memeknya yang sudah basah kuyup. “Ayo Bob,.. “ katanya lirih… Dan, “OOuugghhh,… SSsttssss, achhhhhh,.. Biiii,!!”.. Spermaku pun muncrat dengan deras setelah lima belas menit lamanya aku menggesek-gesekkan kemaluanku dalam lobang vaginanya….

Sejak kejadian malam itu, aku merasa seperti orang yang ditakdirkan menjadi keponakan yang paling kurang ajar terhadap pamannya sendiri. Sebab, hampir setiap saat ketika paman tidak ada dirumah, akulah yang menggantikan paman untuk memuaskan nafsu birahi bibiku. Dan kapanpun bibi mau, di kamar, di rang tamu, di dapur ataupun di kamar mandi, aku selalu dapat memuaskan nafsu bibiku…..



Thursday, December 8, 2011

Cerita Dewasa Janda Muda Bergairah

Cerita dewasa kali ini berjudul janda muda bergairah melanjutkan yang sebelumnya juga ada cerita dewasa karena memang banyak yang menyukai cerita dewas jadi akan selalu di tambah post tentang cerita dewasa, mau judul yang lain ada juga cerita dewasa sedarah dan juga kumpulan cerita seks.

Janda Muda Bergairah

– Musibah seseorang, kadang jadi berkah bagi yang lain. Misalnya Makmun, 40 (bukan nama sebenarnya), dari Ponorogo (Jatim) ini. Saat Ny. Anis, 35 (bukan nama sebenarnya), tetangganya kesripahan (ditinggal mati) suami, itu kan musibah. Tapi perkembangan selanjutnya, justru “berkah” bagi Makmun. Soalnya, janda penuh gairah itu kemudian menawarkan sejuta kenikmatan baginya.

Setiap nasihat perkawinan disampaikan pada walimahan, pastilah dikatakan bahwa pasangan pengantin itu menjadi keluarga sakinah, guyub rukun hingga kaken-ninen (kakek nenek), Banyak yang tercapai, tapi banyak pula yang tak kesampaian. Bisa karena perceraian, dapat pula karena mati lebih cepat daripada pasangan tersebut. Otomatis, pasangan yang ditinggalkan akan menyandang status baru, kalau bukan janda ya duda.

Ny. Anis adalah pasangan yang apes dari Desa Beton, Kecamatan Siman, Ponorogo. Baru dua pelita membangun rumahtangga, sang suami dipanggil Sang Khalik. Diapun menyandang status janda muda, dengan “warisan” tiga anak yang masih kecil-kecil. Untung saja almarhum suami seorang PNS, sehingga ada dana pensiun untuk menunjang kehidupan keluarga. Di samping itu, Ny. Anis memang wanita ulet, karena selama ini dia juga punya usaha sampingan.

Ditinggal mati sekian lama, secara ekonomi tidak masalah. Maksudnya, untuk urusan perut sudah teratasi dengan mudah. Tapi yang di bawah perut, inilah yang musykil dan bikin pusing. Saat ada suami, selalu surplus, karena tanpa minta pun selalu dipasok terus. Tapi sekarang? Untuk menikah lagi, sudah kurang peminat. Maklumlah, menikah dengan janda beranak tiga, itu sangat bertentangan dengan prinsip Kantor Pegadaian: mengatasi masalah tapi malah bikin masalah.

Anis sangat menyadari akan posisinya, maka dia tidak terlalu ngaya. Kalau jodoh, takkan lari ke mana-mana. Dia juga tak mau bahwa rumahtangga jilid duanya hanya membahagiakan diri sendiri, tapi menyengsarakan bagi anak-anaknya. Soalnya kan tak banyak lelaki yang butuh emaknya juga perhatian sama anaknya. Mayoritas, ibunya digoyang, anaknya disingkang-singkang (dinistakan).

Adalah Makmun, tetangga depan rumah Ny. Anis. Sebetulnya dia sudah lama jadi pemerhati wanita ini. Ingin sebenarnya menjalin hubungan lebih dalam, sukur-sukur bisa “mendalami”, tapi terhalang oleh status wanita itu, juga status dirinya. Kala itu Anis kan masih punya suami, dan Makmun sendiri juga guru madrasah. Masak guru sekolah agama kok terlibat kasus senior (senang istri orang).

Begitu suami Anis meninggal, rasanya “tembok berlin” itu sudah runtuh. Pelan tapi pasti, diam-diam Makmun mulai mendekati janda depan rumah dalam rangka “pendalaman”. Soal status guru madrasah ibtidaiyah, namanya baru kena godaan setan, apa salahnya? Maka lobi-lobi politik mulai dilancarkan, agar koalisi bersama Ny. Anis bisa dibangun sampai 2014, dan dilanjutkan dengan eksekusi.

Ny. Anis dengan cepat menangkap aspirasi urusan bawah lelaki tetangganya. Karena selama ini sudah demikian tersiksa menahan gairah, pertimbangan etika dan moral jadi ternafikan. Maka ketika Makmun main ke rumahnya di malam hari disambut dengan gembira. Dan ketika anak-anak sudah tidur, mereka pun “main” bak layaknya suami istri. “Gersang tapi damai,” kata Makmun setelah “entuk-entukan” dari rumah si janda. Maklum, ibarat sawah Ny. Anis kan sudah lama tak dicangkul.

Aktivitas guru madrasah di rumah Ny. Anis lama-lama tercium tetangga. Maka beberapa malam lalu, saat keduanya sedang “ketanggungan” langsung digerebek. Tak ampun lagi keduanya diarak menuju Balai Desa. Warga mendesak Pak Kades agar mengusir keduanya dari desa itu, agar tidak mengotori kampung. Beruntung, sebelum warga bertindak anarkis pada Makmun – Anis, polisi datang dan membawa mereka ke Polres Ponorogo.